Articles
Teknologi Produksi Kubis Bebas Residu

Pertanian organik merupakan teknik produksi yang dianggap baru oleh semua petani hortikultura di Sumatera Barat. Cara ini diharapkan merupakan teknik yang paling praktis untuk dapat dilaksanakan oleh petani dalam rangka meningkatkan pendapatan petani.

Selama ini petani sering mengeksploitasi lahan pertanian untuk keprluan produksi tanaman tanpa memperhatikan rekomendasi pemupukan dan kaidah lingkungan, sehingga pada gilirannya tidak mampu meningkatkan produksi itu sendiri. Pemberian pupuk buatan dan pestisida yang jauh di atas ambang batas akan dapat memberikan kontribusi negatif terhadap kelestarian lingkungan. Bahkan terdapat beberapa petani di Alahan Panjang yang memberikan pestisida mencapai 100 liter dan pupuk SP lebih dari 600 kg/ha, sehingga berdampak buruk terhadap mutu produksi, makhluk hidup, dan pencemaran lingkungan.

Dalam rangka mengembangkan teknologi organic farming ini ke lapisan masyarakat, guna mengurangi dampak negatif yang dimaksud, maka salah satu tanamn yang paling respon terhadap perlakuan pemberian pupuk (kompos) organic farming ini adalah tanaman kubis. Karena secara teknis budidaya, tanaman kubis merupakan komoditi yang membutuhkan bahan organik lebih banyak, dan crop dari kubis (daun) langsung dikonsumsi oleh manusia. Sehingga pada gilirannya manusia sebagai konsumen utama sayuran tersebut, akan lebih leluasa untuk mengkonsumsinya. Selain faktor di atas, kubis merupakan tanaman yang mempunyai pasar luas, baik dalam negeri sendiri maupun untuk kepentingan ekspor. Yang sering menjadi masalah adalah penerapan teknologi budidaya yang tidak berdasarkan kepada teknologi anjuran, dan perlakuan pascapanen yang masih konvensional yang berdampak pada tingginya kehilangan hasil.

Articles : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Author : Noname - Portal Pertanian