Splash Info
Ekspor Pertanian pun Melesat

Kamis, 24 Juli 2008
JAKARTA - Optimisme itu kini kembali membuncah. Di tengah-tengah dahsyatnya tekanan ekonomi akibat krisis harga BBM, secercah harapan datang dari sektor pertanian. Produksi sejumlah komoditas pertanian meningkat cukup tajam. Laju pertumbuhan ekspor komoditas pertanian pun melesat tajam. Sebagai contoh, menurut BPS, pada 2008 produksi padi diprediksi meningkat 4,76%, jagung 11,79%, dan kedelai 22,11%. Ini ulangan sekaligus perbaikan dari rekor produksi pertanian tahun lalu.

Sementara itu, ekspor produk pertanian juga melambung tinggi. Data BPS terbaru menunjukkan, selama periode Januari-Mei 2008, ekspor pertanian meningkat 48.54% dari 10,3 milyara dolar AS. Angka ini terbilang yang tertinggi dalam enam tahun terakhir."Alhamdulillah. Ini semua berkat rahmat Allah SWT dan tentu juga kerja keras para petani dan para pihak terkait," ungkap Menteri Pertanian Anton Apriyantono. Sepatutnya kita bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih pada mereka. Sebenarnya, tanda-tanda baik telah hadir begitu kalender waktu masuk ke tahun 2008. Memasuki triwulan I 2008, nilai indeks tendensi bisnis (ITB) sektor pertanian menembus angka 126,29. Indikator optimisme bisnis ini, menurut BPS, terbilang paling tinggi dibanding sektor lain. ITB rata-rata antarsektor pada Triwulan I 2008 adalah 114,84.Pada tahun 2007 sendiri, BPS mencatat sektor pertanian sebagai kontributor tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Dari 6,5 persen angka pertumbuhan ekonomi nasional, 1,3% di antaranya adalah sumbangan sektor pertanian. Artinya, sektor pertanian berperan 20% dalam mendorong roda pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tak aneh jika ada yang mengatakan sektor pertanian menjadi bintang lapangan pada 2007. Kala itu, tingkat pertumbuhan pertanian mampu mencapai 4,3%. Ini mengulangi sejarah bahwa pertumbuhan pertanian mampu di atas 3%. "Dalam sejarah republik, hanya empat kali pertumbuhan pertanian di atas 3%. Biasanya relatif rendah," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Penghargaan Ketahanan Pangan 2007 di Istana Negara Jakarta (15/11).

Memperhatikan tendensinya, Dirjen Pengolahan dan Permasaran Hasil Pertanian Deptan Zainal Bachrudin optimis kinerja ekspor pertanian tahun 2008 bisa lebih baik lagi. Melalui program pengembangan agribisnis, termasuk PUAP (Pengembangan usaha Agribisnis Pedesaan), penanganan pasca panen, peningkatan nilai tambah, dan promosi ekspor, dia percaya prospek dan peluang ekspor pertanian masih terbuka lebar untuk ditingkatkan.


Info : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

Info Source : Departemen Pertanian