Artikel
Mentan : Produksi Kentang Indonesia Sangat Membang

Kentang merupakan salah satu komoditas sayuran penting di Indonesia. Produksi kentang telah berkembang dengan pesat selama dekade terakhir, dan kini Indonesia telah menjadi negara penghasil kentang terbesar di Asia Tenggara.

Hal itu ditegaskan ketika Menteri Pertanian memberikan sambutan pada acara Pekan Kentang Nasional (PKN) tanggal 21 Agustus 2008. Acara itu sendiri sudah berlangsung sejak tanggal 20 Agustus 2008 mengambil tempat di Kebun Percobaan Balitsa, Lembang.

Mentan menyambut gembira pelepasan dua varietas baru kentang yang dilakukan disela-sela kegiatan PKN. Varietas baru tersebut cocok untuk olahan, bernama Kikondo dan Margahayu. Kentang ini mampu menghasilkan 23-24 ton/ha dengan usia panen 90-100 hari setelah tanam dan cocok ditanam di dataran tinggi 1000-2000 dpl. PKN yang ditutup tanggal 23 Agustus 2008 ini dihadiri perwakilan dari Center International of Potato (CIP), Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR), perusahaan pupuk, perusahaan benih, serta perusahaan obat-obatan yang mendukung budidaya kentang. Dalam kegiatan tersebut juga digelar pameran selama empat hari dan gelar teknologi dari berbagai varietas kentang unggul untuk dapat disaksikan para peserta yang pada umumnya para petani kentang dari berbagai daerah sentra penghasil kentang.

Kentang merupakan salah satu jenis tanaman umbi yang dapat memproduksi makanan bergizi lebih banyak dan lebih cepat, namun membutuhkan hamparan lahan lebih sedikit dibandingkan dengan tanaman lainnya. Pada basis bobot segar, kentang memiliki kandungan protein tertinggi dibandingkan dengan ubi-ubian dan umbi-umbian lainnya. Kandungan protein tersebut berkualitas tinggi, dengan dicirikan oleh pola asam amino yang cocok dengan kebutuhan manusia. Sebutir kentang ukuran medium mengandung sekitar setengah vitamin C dan seperlima kalim dari rekomendasi serapan asupan harian. Hal ini menunjukkan bahwa kentang memiliki potensi dan prospek yang baik untuk mendukung program diversifikasi dalam pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan.


Artikel : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Author : HMS - Litbang Deptan