Hingga saat ini kentang merupakan satu-satunya komoditas pangan yang sudah dapat mencapai jumlah untuk kebutuhan ekspor. Sedangkan komoditas pangan lain masih dalam tahap swasembada atau imbang antara jumlah impor dan ekspornya. Untuk itulah Badan litbang Pertanian sangat menganjurkan agar masyarakat luas mempertimbangkan komoditas kentang sebagai makanan utama disamping beras.
Hampir sama dengan beras, kentang juga sangat kaya dengan karbohidrat sehingga sangat layak untuk dijadikan makanan pokok utama. Dalam pembudidayaannya varietas kentang yang baik rata-rata mampu berproduksi lebih kurang 16 ton per hektar, suatu jumlah yang besar bila dibanding budidaya tanaman sayuran yang lain.
Untuk menggalakkan konsumsi kentang, digelar ”Pekan Kentang Nasional 2008” yang diresmikan dan dihadiri oleh Menteri Pertanian Dr. Anton Apriyantono beserta Ibu. Pekan Kentang Nasional ini diselenggarakan pada tanggal 20-23 Agustus 2008 dengan mengambil tema Kentang Sebagai Alternatif Diversifikasi Pangan. Acara diisi dengan ekspose lapangan teknologi kentang pada lahan enam hektar, pameran dari instansi pemerintah dan swasta, seminar teknologi pengembangan kentang, dan diskusi langsung petani kentang dengan Menteri Pertanian di lapangan.
Selain tanaman kentang sebagai fokus utama, pada acara ini juga digelar di lapangan tanaman sayuran lain seperti aneka varietas tomat, cabai, bawang merah, mentimun, buncis, bayam, dan kangkung yang turut memeriahkan ekspose lapang.