Artikel
Pembenihan Kentang

Salah satu masalah usahatani kentang saat in adalah ketersedian benih kentang bermutu di tingkat petani dan stabilitas harga pasar. Dari benih bermutu diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan keuntungan petani (Asandhi, 1989). Propinsi Jawa Timur mempunyai potensi penyediaan kentang untuk memenuhi kebutuhan Nasional yang semakin meningkat. Wilayah potensial untuk sentra perbenihan kentang terletak di dataran tinggi dengan iklim lembab dan termasuk Zona agroekologi III by (Saraswati et al., 2000). Berdasarkan penyebaran luas tanam dan luas panen kentang dataran tinggi di Jawa Timur tersebar di 15 Kabupaten, Luas tanam kentang di Jawa Timur seluruhnya berkisar 7.000 ha, kebutuhan benih kentang per ha sebanyak 1,5 ton. Dengan demikian untuk wilayah Jawa Timur kebutuhan benih kentang sebanyak 10.500 ton setiap tahun.

Kebiasaan petani saat ini menggunakan benih kentang secara terus-menerus dari hasil sortasi panennya sendiri yaitu kentang yang berukuran kecil, sehingga kualitas benih tidak diketahui. Benih yang dihasilkan petani tersebut mempunyai kelemahan, antara lain mudah tertular penyakit, mengalami masa dormansi dan terjadi degradasi hasil setelah generasi ke lima.Peningkatan permintaan kentang menyebabkan peningkatan produksi dan luas tanam, namun belum diikuti peningkatan penyediaan benih yang berkualitas.

Teknologi perbenihan kentang dapat diperbaiki dengan menyediakan Go yang merupakan Benih Penjenis melalui teknologi kultur jaringan dan modifikasi dengan penanaman di lapanng (Duriat, dkk., 1990; Karyadi, 1990, Karyadi,1997 dan Prahardini, 2005).

Model pengembangan industri perbenihan kentang di Jawa Timur perlu diupayakan untuk mengatasi kesulitan penyediaan benih kentang bermutu di Jawa Timur, hal ini diarahkan untuk meningkatkan koordinasi antar petani kentang dan menumbuhkan industri perbenihan kentang di Jawa Timur, selain itu perlu pemikiran tentang sentralisasi perbenihan kentang di suatau kawasan atau wilayah zone agroekologi. Pusat Perbenihan kentang di Jawa Timur terletak di Tosari Kabupaten Pasuruan yang menghasilkan benih Go, yang akan diperbanyak dan diproduksi menjadi benih G1, G2 dan G3. Petani penangkar benih akan memperbanyak menjadi benih G4 yang merupakan Benih Sebar.

Teknologi spesifik lokasi perbenihan kentang merupakan salah satu modal berlangsungnya agribisnis perbenihan kentang di petani penangkar benih. Teknologi tersebut harus efisien dan efektif sesuai dengan zona agroekologi (Prahardini, 2004) Petani kentang di kawasan sentra perbenihan perlu dimotifasi untuk membentuk suatu kelompok tani yang mampu mendukung berjalannya simpul-simpul agribisnis yang lain berupa penyediaan saprodi, modal, jalinan pasar dan keterkaitan lintas sektoral yang mendukung berkembangnya sentra perbenihan (Supari, 1999). Pengkajian bertujuan untuk mendapatkan teknologi perbenihan kentang yang efisien dan menguntungkan di tingkat petani penangkar benih


Artikel : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Author : Admin - BPTP Jatim