Pertanian, Andalan Devisa
Dalam hal meningkatkan devisa, sektor pertanian menjadi salah satu penyumbang yang besar bagi negara Indonesia. Dari tahun ke tahun, surplus neraca perdagangan pertanian terus mengalami peningkatan. Menteri Pertanian Anton Apriyantono mengatakan sejak tahun 2005 hingga 2007, surplus neraca perdagangan terus meningkat.
"Pada tahun 2007 mencapai 13,04 miliar dolar Amerika Serikat," ujar Anton saat menyampaikan laporan dan penjelasan mengenai Arah dan Pokok-Pokok Kebijakan Pembangunan Pertanian 2009 kepada Panitia Ad Hoc IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Ruang GBHN, Gedung Nusantara V, Komplek DPR/MPR, Selasa (17/6). Angka yang dicapai pada 2007 tersebut, jelas Anton, telah melewati target sebelumnya. Bahkan angka tersebut juga di atas target yang ingin diperoleh pada 2008 sebesar 12,41 miliar dolar Amerika Serikat.
Dengan demikian, target sasaran tahun 2008 perlu direvisi terkait pencapaian tersebut. Selain menjadi sumber pemupukan devisa, sektor pertanian juga menjadi andalan dalam menyerap tenaga kerja. Bahkan boleh dikatakan menjadi andalan utama. Jika pada 2004 jumlah tenaga kerja yang terserap di sektor pertanian sekitar 40.6 juta orang, pada 2007 jumlah tenaga kerja yang terserap telah bertambah menjadi 42,6 juta orang.
Di hadapan para peserta rapat yang dipimpin Eka Komariah Kuncoro (Anggota DPD dari Kalimantan Timur), Anton menjelaskan arah dan pokok-pokok kebijakan yang akan dilakukan Departemen Pertanian sesuai dengan prioritas dan fokus Rencana Kerja Pertanian (RKP) 2009. Arah dan pokok kebijakan yang dimaksud yakni meningkatkan ketahanan pangan nasional, meningkatkan kualitas pertumbuhan pertanian, menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan pertanian berbasis masyarakat, meningkatkan ekonomi lokal, dan meningkatkan kapasitas mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim global.
Arah dan pokok kebijakan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Pertanian sebesar 4,6 persen, penyerapan tenaga kerja bertambah menjadi 44,2 juta orang, penduduk rawan pangan menurun satu persen dibanding 2008, dan neraca perdagangan pertanian ditargetkan surplus sebesar 16,22 miliar dolar Amerika Serikat.